Indonesia
berpenduduk Muslim terbesar di dunia namun berbusana Muslimah sempat
menjadi kontroversi di negeri ini. Seorang siswi dilarang mengenakan
jilbab di kelas, ibu-ibu berkerudung diolok-olok dan perusahaan tidak
mau mempekerjakan wanita berjilbab. Walaupun saat ini busana Muslim
telah memasyarakat tapi praktek pembatasan pemakaian hijab masih sering
dijumpai dalam lingkungan tertentu.Berpakaian Muslim bukanlah bentuk diskriminasi yang menonjolkan
fanatisme agama tetapi bagian dari kebebasan menjalankan keyakinan yang
dijamin oleh Undang-undang Dasar Negara. Busana Muslimah terbukti dapat
mengangkat harga diri wanita dan mencegah pelecehan seksual. Meskipun busana Muslim sudah membudaya namun para Muslimah meski
berhati-hati agar tidak keliru memilih mode busana yang justru melanggar
aturan agama karena tidak semua model pakaian itu sesuai dengan
tuntunan syariat. Bagi seorang Muslimah, berpakaian bukan sekedar
identitas atau tradisi. Berbusana Muslim merupakan bagian dari ibadah
kepada Allah yang ada konsekuensinya kelak di akhirat.tubuh atau bentuk badan dan tidak terlalu menyolok yang justru menarik perhatian lawan jenis.
Berlandaskan Kitabillah dan tuntunan Nabi dalam Al-hadist, para Ulama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia menetapkan 8 syarat pakaian wanita Muslim sebagai berikut:
1. Menutup semua anggota badan kecuali WAJAH dan TELAPAK TANGAN
2. Pakaian tidak dijadikan sebagai perhiasan yang menarik perhatian orang lain.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ
فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ… سورة النور 31
Katakanlah pada kaum mukmin perempuan agar memejamkan pandangannya dan
menjaga farjinya dan tidak menampakkan perhiasannya (aurat atau
perhiasan) kecuali apa-apa yang tampak darinya dan supaya menutupkan
kerudungnya atas dadanya…Surat An-Nur ayat 31
وَقَالَ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَلا
يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْها قَالَ: وَجْهُهَا
وَكَفَّيْهَا وَالْخَاتَمُ. وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَعَطَاءٍ
وَعِكْرِمَةَ وَسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ وَأَبِي الشَّعْثَاءِ وَالضَّحَّاكِ
وَإِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ وَغَيْرِهِمْ نَحْوُ ذَلِكَ *تفسير ابن كثير
Al-’Amash meriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibni Abbas: dan
janganlah menampakkan perhiasannya kecuali apa-apa yang nampak darinya,
Ibnu Abas menegaskan: wajah dan telapak tangan dan cincinnya…[Tafsir Ibnu Katsir]
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ
الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى
أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
(59)* سورة الأحزاب 59
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
perempuan mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Surah Al-Ahzab ayat 59]
1173 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ
عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُوَرِّقٍ،
عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا
خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
غَرِيبٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح
__________
[حكم الألباني] : صحيح
Rasulullah SAW bersabda,”Perempuan itu aurat, ketika keluar setan menganggap mulya”.
[Hadist Sunan Termizi No 1173 Abwabul Rodhoi]
Keterangan: Seorang wanita ketika keluar di tempat umum, setan menghembuskan perasaan cantik dan berharga sehingga menarik laki-laki untuk menggoda.
4117 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ
أَبِي بَكْرِ بْنِ نَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِي
عُبَيْدٍ، أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ ذَكَرَ الْإِزَارَ، فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ؟ قَالَ: «تُرْخِي شِبْرًا» ، قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا
يَنْكَشِفُ عَنْهَا، قَالَ: «فَذِرَاعًا لَا تَزِيدُ عَلَيْهِ» رواه
ابوداود كتاب الباس (صحيح)
…sesungguhnya Uma Salamah istri Nabi bertanya pada Rasulillah SAW saat
(Nabi) menasehatkan masalah pakaian, bagaimanakah pakaian wanita ya
Rasulalloh? (Nabi) bersabda,”Turunkanlah satu jengkal”. Umu Salamah
menjawab.”Kalau segitu masih terbuka dari nya” (Nabi) menambahkan kalau
begitu tambahkan satu lengan, tidak akan menambah lagi kalian”.
[Hadist Abu Dawud No. 4117 Kitabu Libas]
3. Pakaian tidak transparan
4104 – حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْطَاكِيُّ، وَمُؤَمَّلُ
بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ، قَالَا: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنْ
سَعِيدِ بْنِ بَشِيرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ خَالِدٍ، قَالَ: يَعْقُوبُ
ابْنُ دُرَيْكٍ: عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ أَسْمَاءَ
بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ، دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ، فَأَعْرَضَ عَنْهَا
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «يَا
أَسْمَاءُ، إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ
أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا» وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ
رواه…رواه
__________
[حكم الألباني] : صحيح
__________
[حكم الألباني] : صحيح
Aisah Radhiyallohu anha meriwayatkan bahwa Asma’ binta Abu Bakar masuk
melewati Rasulillahi SAW dan dan ia (Asma’) mengenakan pakaian yang
transparan maka Rasulullahi SAW berpaling darinya dan bersabda,”Wahai
Asma’ sesungguhnya seorang perempuan ketika telah sampai haid (baligh)
tidak pantas jika diperlihatkan darinya kecuali ini dan ini, dan nabi
istarah pada wajah dan telapak tangannya.
[Hadist Abu Dawud No. 4104 Kitabu Libas]
4. Tidak ketat dan tidak menonjolkan bentuk tubuhnya.
21786 – حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ يَعْنِي ابْنَ
مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنِ
ابْنِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ أَبَاهُ أُسَامَةَ، قَالَ: كَسَانِي
رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبْطِيَّةً كَثِيفَةً
كَانَتْ مِمَّا أَهْدَاهَا دِحْيَةُ الْكَلْبِيُّ، فَكَسَوْتُهَا
امْرَأَتِي، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ”
مَا لَكَ لَمْ تَلْبَسِ الْقُبْطِيَّةَ؟ ” قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ،
كَسَوْتُهَا امْرَأَتِي. فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: ” مُرْهَا فَلْتَجْعَلْ تَحْتَهَا غِلَالَةً، إِنِّي أَخَافُ
أَنْ تَصِفَ حَجْمَ عِظَامِهَا “* مسند أحمد
… sesungguhnya ayah Ibnu Asamah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW
memberinya hadiah pakaian “Kubtiyah” tebal yang merupakan hadiyah dari
raja “Dihyah Al-Kalbi” maka ayah memakaikan pakaian tersebut pada
istriku. Maka Rasulullah SAW bertanya kepadaku,”Mengapa engkau tidak
memakai pakaian “Kubtiyah”?” Aku menjawab,” Wahai Rasulullah, saya
memakaikan pakaian tersebut pada istriku. Maka Rasulullah SAW bersabda
padaku: “Perintahlah istrimu untuk menambahkan di bawahnya rangkapan,
sesungguhnya aku (Nabi) kuatir jika terlihat ukuran tulangnya (bentuk
tubuhnya).”
[Hadist Musnad Ahmad No. 21786]
5. Pakaian tidak berbau wangi atau parfum
مَا يُكْرَهُ لِلنِّسَاءِ مِنَ الطِّيبِ
5126 – أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَهُوَ ابْنُ عِمَارَةَ، عَنْ غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ»
__________
[حكم الألباني] حسن
5126 – أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَهُوَ ابْنُ عِمَارَةَ، عَنْ غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ»
__________
[حكم الألباني] حسن
“Rasulullah SAW berabda: “Siapa perempuan yang memakai parfum dan lewat pada kaum agar mencium baunya maka ia sudah berzina”.
Keterangan: Seorang wanita yang sengaja memakai parfum dan bergaul
dalam suatu kaum dengan niat sengaja memamerkan baunya maka hukumnya
sama dengan dia berzina.[Hadist Sunan Nasa'i No. 5126 Kitabu Ziinat]
6. Tidak mengenakan pakaian pria
4098 – حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، عَنْ
سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ، قَالَ: «لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ، وَالْمَرْأَةَ
تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح
__________
[حكم الألباني] : صحيح
… Rasulullah SAW melaknati laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.”
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 4098 Kitabu Libas]
7. Tidak mengikuti tren pakaian orang kafir
4031 – حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو
النَّضْرِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ، حَدَّثَنَا
حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي مُنِيبٍ الْجُرَشِيِّ، عَنِ ابْنِ
عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ»
__________
[حكم الألباني] : حسن صحيح
__________
[حكم الألباني] : حسن صحيح
… Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa berpakaian seperti suatu kaum maka ia masuk dalam golongan kaum tersebut”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 4031 Kitabu Libas]
27 – (2077) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُعَاذُ
بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ يَحْيَى، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ، أَنَّ ابْنَ مَعْدَانَ، أَخْبَرَهُ، أَنَّ
جُبَيْرَ بْنَ نُفَيْرٍ، أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ
الْعَاصِ، أَخْبَرَهُ، قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ مِنْ
ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا» ،
__________
[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]
[ش (معصفرين) أي مصبوغين بعصفر والعصفر صبغ أصفر اللون]
__________
[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]
[ش (معصفرين) أي مصبوغين بعصفر والعصفر صبغ أصفر اللون]
… Abdullah bin Amri bin A’sh meriwayatkan bahwa Rasululloh SAW melihat
padaku berpakaian kuning-kuning, beliau bersabda: “Sesungguhnya ini
bagian dari pakaian orang kafir maka jangan memakainya”.
[Hadist Shohih Muslim No. 27 - (2077) Kitabu Libas wa Ziinat]
8. Tidak mengenakan pakaian untuk menjadi terkenal
3606 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ
الْمَلِكِ الْوَاسِطِيَّانِ، قَالَا: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ
قَالَ: أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ
مُهَاجِرٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ»
__________
__________
… Rasululloh SAW bersabda: ”Barangsiapa mengenakan pakaian dengan niat
ingin terkenal maka Allah memberinya pakaian hina pada hari kiamat
kemudian membara dalam neraka”.
Posting Komentar